Daftar Blog Saya

Cari Blog Ini

Laman

Rabu, 10 Juni 2009

Bahan Presentasi

file:///D:/JTO/PROPOSAL%20PENELITIAN.%20JTO.ppt

PERKEMBANGAN SOSIAAL ANAK

BAB I
PENDAHULUAN
PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 9-10 TAHUN
Perkembangan Sosial
Pengelompokan sosial dan perilaku sosial pada masa akhir anak-anak disebut sebagai usia berkelompok karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai suatu anggota kelompok (Elizabeth B. Hurlock: 1980: 155).
Krech et. al. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu, dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya, yang terdiri dari :
(1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition); yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas, kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu,
(2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition); yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan, kepercayaan terhadap individu lain, dan
(3) Ekspressi (Expression Disposition), yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion).
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam melakukan asesmen perkembangan sosial anak, untuk mendapatkan gambaran yang nyata dari perilaku sosial anak. Berdasarkan teori di atas maka maka aspek perkembangan sosial dapat kami kembangkan kedalam indikator-indikator sebagai berikutserta:
A. Aspek Sosial yang diamati:
(1) Kecenderungan Peranan
• Meniru
• Kerjasama
• Perilaku akrab
(1) Kecenderungan Sosiometrik
• Dukungan sosial
• Empati
(2) Ekspressi
• Persaingan
• Membagi

B. Lingkungan sosial yang harus dijadikan tempat pengamatan antara lain:
• Observasi langsung di lingkungan sekolah
• lingkungan keluarga dan atau lingkungan luar rumah/tetangga (dengan angket atau wawancara)
• lingkungan sekolah (dengan cara wawancara atau angket kepada guru kelas)

C. Asesmen
Asesmen adalah serangkaian proses yang di dalamnya terdapat aktifitas tes dan evaluasi dalam rangka memperoleh gambaran yang lengkap mengenai kemampuan dan hambatan belajar yang dimiliki oleh anak sehingga berdasarkan gamabaran/data itu dapat diambil keputusan untuk menentukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan belajar anak.
Sejalan dengan definisi berikut bahwa asesmen adalah mengumpulkan informasi yang relevan, sabagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan, dan menerapkan seluruh proses pembuatan keputusan tersebut (Mcloughlin and Lewis, 1986:3; Rochyadi & Alimin )

D. Tujuan Asesmen Perkembangan Sosial
Instrumen Perkembangan Sosial (IPSos) dikembangkan untuk mengetahui kematangan perkembangan sosial anak. Sehingga anak tersebut dapat diketahui perkembangan sosialnya. Juga bertujuan memberikan panduan dalam menyusun asesmen perkembangan yang lainnya.
Lebih spesifiknya tujuan penunulisan asesmen ini adalah:


1. Tujuan umum
b. Membantu pendidik untuk memahami aspek perkembangan interkasi sosial yang telah dipacai anak.
c. Untuk mengetahui sejauhmana perkembangan interaksi sosial anak.

2. Tujuan khusus
a. Memberikan panduan untuk menentukan individu yang mengalami hambatan perkembangan interaksi sosial.
b. Menentukan akibat terhambatnya perkembangan interkasi sosial anak.
c. Mengetahui profil anak secara menyeluruh, terutama hambatan interaksi sosial yang dialami, kemampuan bersosialisasi, serta kebutuhan anak untuk bersosialisasi.
d. Untuk menentukan layanan yang diberikan terhadap anak .


















BAB II
PROSEDUR ASESMEN
PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 9-10 TAHUN
A. Lingkungan sosial yang harus dijadikan tempat pengamatan antara lain:
• Observasi langsung di lingkungan sekolah
• lingkungan keluarga dan atau lingkungan luar rumah/tetangga (dengan angket atau wawan cara)
• lingkungan sekolah (dengan cara wawancara atau angket kepada guru kelas)

B. Prosedur Observasi
Pada saat mengobservasi, hendaknya anak tidak mengetahui bahwa dia sedang diobservasi. Seandainya perilaku yang diharapakan atau perilaku yang diamati tidak muncul, observer bisa memberikan stimulan agar perilaku yang diharapkan muncul.
Langkah-langkah observasi:
Pertama
1. Persiapkan instrument observasi
2. Tentukan kelas yang anaknya berumur 9-10 tahun
3. Amati anak pada saat bermain dengan teman
4. Ceklis intrumen sesuai dengan perilaku yang muncul
Kedua
Wawancara dengan orang tua dengan insnstrumen yang sama pada saat observasi langsung
Ketiga
Wawancara dengan guru kelas dengan insnstrumen yang sama pada saat observasi langsung
Langkah kedua dan ke tiga dilakukan untuk menngecek keakuratan data..



BAB III
PENGADMINISTRASIAN

A. Merekap Hasil Asesmen
Catatan hasil observasi yang telah dilaksanakan oleh asesor mulai dari awal sampai akhir, selanjutnya dibuat rekapan agar data dapat dibaca atau dipahami.
1. Pencacatan Hasil Obaservasi
a. Penghitungan skor dilakukan pada setiap aspek perkembangan sosial yang diamati
1) Aspek Meniru = …%
2) Aspek Persaingan = …%
3) Aspek Kerjasama = …%
4) Empati = …%
5) Dukungan Sosial = …%
6) Membagi = …%
7) Perilaku Akrab = …%
Setiap aspek perkembangan hasilnya diprosentasikan dengan rumus:
N = Jumlah perilaku yang muncul X 100%
Jumlah perilaku keseluruhan
Misal: 4 X 100 = 80%
5
Interpretasi:
1. 90 – 100 % = perilaku sosialnya sangat baik
2. 75 – 89 % = perilaku sosialnya baik
3. 65 – 74 % = perilaku sosialnya cukup
4. 55- 64 % = perilaku sosialnya kurang
5. Kurang dari 55% = sangat kurang

b. Setelah diprosentasikan tiap aspek perkembangan kemudian direkap hasil nilai secara keseluruhan.
c. Apa bila skor nilai anak berada antara 64 % sampai dengan 89 % dianggap perilaku sosialnya dianggap normal. Dan seandainya ditemukan anak yang mencapai skor di atas 90 % atau di bawah 64 % maka perlu dites ulang, karena skor tersebut diindikasikan perkembangan sosialnya keluar dari perkembangan milestone sosial anak pada umumnya.
d. Acuan perkembangan sosial yang umum:
Perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai, manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut :
(1) memiliki kemampuan dalam bergaul secara sosial;
(2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya;
(3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok; dan
(4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul.
Sebaliknya, perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut :
(1) kurang mampu bergaul secara sosial;
(2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain;
(3) pasif dalam mengelola kelompok; dan
(4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan.







e. Grafik perkembangan sosialisasi
Nama anak: .....
Aspek Meniru
Perilaku yang Muncul secara konsisten

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.




Aspek Persaingan

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Aspek Kerja sama

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Aspek Empati

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Aspek Dukungan Sosial

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Aspek Membagi

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Aspek Perilaku Akrab

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak Muncul


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.







Grafik Perkembangan Sosial secara Umum

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%





M TM
M TM M TM M TM M TM M TM M TM

Meniru Persaingan Kerja
sama Empati Dukungan
Sosial Membagi Perila
ku akrab


Perilaku sosial yang berlebihan
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna merah.
Perilaku sosial yang umum (milestone)
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna hijau.
Perilaku sosial yang kurang
Apabila aspek perkembangan sosial anak mencapai grade (nilai kelas) yang berwarna ungu.

f. Skrining dilakukan kembali kepada anak yang mendapatkan skor tertinggi dan kepada anak yang mendapat skor terendah karena diperkirakan anak tersebut memiliki perilaku sosial yang menyimpang, dengan maksud untuk mendapatkan data yang akurat. Adapun skrining dilakukan dengan cara:
1. Observasi ulang
2. Wawancara dengan orang tua
3. Wawancara dengan guru
g. Intervensi dilakukan kepada anak-anak yang menunjukan perilaku sosial yang berlebihan dan kepada anak-anak yang diindikasikan perilaku sosialnya dibawah rata-rata.

h. Saran
Ditujukan Kepada orang tua dan guru kelas apabila:
Anak menunjukan perilaku sosial yang berlebihan dan kepada anak-anak yang diindikasikan perilaku sosialnya dibawah rata-rata. Agar dapat membantu perkembangan sosial anak



















Lampiran
INSTRUMEN ASESMEN PERKEMBANGAN SOSIAL
I. IDENTITAS SUBYEK
Nama :
Tanggal lahir :
Agma :
Jenis kelamin :
Anak ke :
Jumlah saudara :
II. Identitas Orang Tua
Nama ayah :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat rumah :
Nama ibu :
Pendidikan :
No Aspek Sosial/Perilaku social Kemampuan Ket
Konsisten Berkembang Belum teramati
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Meniru
a. Menyenangi hubungan dengan manusia daripada dengan benda
b. Menyukai (menunjukan minat) untuk melihat orang lain bermain
c. Berusaha membuat kontak dengan teman sebaya
d. Berusaha menjadi anggota kelompok (kelompok/geng)
e. Menyenagi hubungan dengan kelompok sejenis
f. Banyak berbicara
g. permainan fantasi (dokter-dokteran)
h. memahami peraan orang lain (dalam kelompok)
i. Menjelajahi lingkungan
j. mempelajari obyek-obyek sekitar


























Jumlah skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2 Persaingan (Kadang terjadi kontak tapi lebih bersifat persaingan)
a. Kemampuan mengungkapkan diri dalam peran tertentu
b. Kemampuan mengendalikan diri (tidak merebut mainan teman)
c. Mengakui kelebihan orang lain (pada peran tertentu)
d. Menghargai dan mengapresiasikan kerja orang lain
e. Menghindari upaya dan cara yang tidak benar, tidak adil dan merugikan orang lain dalam berkompetisi
f. Menjadikan orang lain sebagai partner
Jumlah skor
3



















Kerjasama (Bermain asosiatif dan koopratif)
a. Belajar memecahkan masalah yang dihadapi
b. Mengadakan kegiatan yang menyerupai teman dalam satu kelompok
c. Bermain yang popular (olahraga)
d. Kemampuan bekerja sama
e. Takut dan malu bila bergaul dengan orang lain yang belum dikenal
f. Kecenderungan menampilkan keyakinan diri
g. Kecenderungan untuk memimpin orang lain
h. Kecenderungan untuk menguasai orang lain
i. Bebas dari pengaruh orang lain
j. Mengambil peran dalam kelompok
k. Kadang masih berperan sebagai penonton (mengamati cara orang lain berinteraksi)
l. Menunjukan rasa simpati kepada orang lain
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
m. Permainan Unccupied (mengamati sesuatu yang menarik selanjutnya melakukan dengan gerakan yang bebas dalam bentuk tingkahlaku yangtdk terkontrol)
n. Permainan solitary
(dalam kelompok ttp anak bermain sendiri-sendiri)
o. Permainan onlooker (anak memperhatikan anak yang lain bermain, anak ikut berbicara ttp dia tdk ikut bermain)
p. Permainan parallel (bermain dengan alat yang sama ttp anak tdk terjadi kontak antara satu dgn lainnya)
q. Permainan Assosiative (anak bermain bersama-sama , saling meminjamkan alat ttp tidak ada satu tujuan )
Permainan terorganisir dgn kegiatan konstruktif dan membuat suatu yang nyata , setiap anak mempunyai peran sendiri, permainan ini dipimpin salah seorang atau dua
Jumlah skor
4 Empati (Menunjukan rasa empati terhadap orang yang dikenalnya)
a. Berteman dengan teman sebaya
b. Berkomunikasi dengan orang lain di luar rumah/ tetangga
c. Menangis kalau orang yang dikelanya (teman, anggota keluarga) ada yang menangis
d. Merasa iba bila temannya dimarahi
e. Merasa iba bila temannya mendapat permasalahan
f. Memahami peran orang lain
Jumlah skor
5 Dukungan sosial (Berusaha mendapat dukungan dari teman dan keluarganya)
a. Menghargai orang lain
b. Dapat memberi dan menerima bantuan orang lain
c. Dibutuhkan oleh teman
Jumlah skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
6 Membagi
a. Meminjamkan mainan kepada orang lain
b. Memberikan makanan kepada orang lain
c. Mampu mengadakan hubungan personal dengan teman (persahabatan)
d. Menunjukan kasih sayang kepada orang lain
e. Menunjukan kasih sayang kepada benda
f. Tukar menukar alat permainan
g. Berbagi makanan
Jumlah skor
7 Perilaku akrab
a. Menunjukan perasaan sayang terhadap orang-orang tertentu
b. Menunjukan perasaan sayang terhadap benda-benda tertentu
c. Yakin akan kemampuannya dalam bergaul
d. Memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya
e. Mampu memimpin teman-teman dalam kelompok
Jumlah skor









Penghitungan Skor aspek perkembangan sosial

1) Aspek Meniru = …%
2) Aspek Persaingan = …%
3) Aspek Kerjasama = …%
4) Empati = …%
5) Dukungan Sosial = …%
6) Membagi = …%
7) Perilaku Akrab = …%
Setiap aspek perkembangan hasilnya diprosentasikan dengan rumus:
N = Jumlah perilaku yang muncul X 100%
Jumlah perilaku keseluruhan
Misal: 4 X 100 = 80%
5
Interpretasi:
90 – 100 % = perilaku sosialnya sangat baik
75 – 89 % = perilaku sosialnya baik
65 – 74 % = perilaku sosialnya cukup
55- 64 % = perilaku sosialnya kurang
Kurang dari 55% = sangat kurang

Kesimpulan:
........

Rekomendasi:
1. Kepada orang tua

2. Kepada Lembaga/Kepada Guru





DAFTAR PUSTAKA
Hurlock Elizabeth B., (1980), Psikologi perkembangan “Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup”, Erlangga, Jakarta.
Santrock John W., (2007), Psikologi Pendidikan, Kencana Media Group, Jakarta.
Copyright © 2010 Nia Hidayati All Rights Reserved
h4md4ni.wordpress.com/perkembang-anak




INSTRUMEN ASESMEN PERKEMBANGAN SOSIAL
I. IDENTITAS SUBYEK
Nama : M. H
Tanggal lahir : Purwakarta, 20 Desember 2000
Agma : Islam
Jenis kelamin : Laki-laki
Anak ke : 1
Jumlah saudara : 2
II. Identitas Orang Tua
Nama ayah : Na
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat rumah : Perum BPI Blok B2 No. 26 Purwakarta
Nama ibu : Raudatul J.
Pendidikan : SMA
No Aspek Sosial/Perilaku social Kemampuan Ket
Nampak Tidak Nampak
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Meniru
a. Menyenangi hubungan dengan manusia daripada dengan benda
b. Menyukai (menunjukan minat) untuk melihat orang lain bermain
c. Berusaha membuat kontak dengan teman sebaya
d. Berusaha menjadi anggota kelompok (kelompok/geng)
e. Menyenagi hubungan dengan kelompok sejenis
f. Banyak berbicara
g. permainan fantasi (dokter-dokteran)
h. memahami peraan orang lain (dalam kelompok)
i. Menjelajahi lingkungan
j. mempelajari obyek-obyek sekitar


v



v




v
v
v




v



v

v





v
v
Jumlah skor 5 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2 Persaingan (Kadang terjadi kontak tapi lebih bersifat persaingan)
a. Kemampuan mengungkapkan diri dalam peran tertentu
b. Kemampuan mengendalikan diri (tidak merebut mainan teman)
c. Mengakui kelebihan orang lain (pada peran tertentu)
d. Menghargai dan mengapresiasikan kerja orang lain
e. Menghindari upaya dan cara yang tidak benar, tidak adil dan merugikan orang lain dalam berkompetisi
f. Menjadikan orang lain sebagai partner


v


v




v




v



v
v


Jumlah skor 3 3
3














Kerjasama (Bermain asosiatif dan koopratif)
a. Belajar memecahkan masalah yang dihadapi
b. Mengadakan kegiatan yang menyerupai teman dalam satu kelompok
c. Bermain yang popular (olahraga)
d. Kemampuan bekerja sama
e. Takut dan malu bila bergaul dengan orang lain yang belum dikenal
f. Kecenderungan menampilkan keyakinan diri
g. Kecenderungan untuk memimpin orang lain
h. Kecenderungan untuk menguasai orang lain
i. Bebas dari pengaruh orang lain
j. Mengambil peran dalam kelompok
k. Kadang masih berperan sebagai penonton (mengamati cara orang lain berinteraksi)
l. Menunjukan rasa simpati kepada orang lain
m. Permainan Unccupied (mengamati sesuatu yang menarik selanjutnya melakukan dengan gerakan yang bebas dalam bentuk tingkahlaku yang tidak terkontrol)
n. Permainan solitary
(dalam kelompok ttp anak bermain sendiri-sendiri)
o. Permainan onlooker (anak memperhatikan anak yang lain bermain, anak ikut berbicara ttp dia tdk ikut bermain)







v
v
v
v
v
v




v




v

v


v
v

v
v







v

v








(1) (2) (3) (4) (5) (6)
p. Permainan parallel (bermain dengan alat yang sama ttp anak tdk terjadi kontak antara satu dgn lainnya)
q. Permainan Assosiative (anak bermain bersama-sama , saling meminjamkan alat ttp tidak ada satu tujuan )
Permainan terorganisir dgn kegiatan konstruktif dan membuat suatu yang nyata , setiap anak mempunyai peran sendiri, permainan ini dipimpin salah seorang atau dua
v






v
Jumlah skor 10 7
4 Empati (Menunjukan rasa empati terhadap orang yang dikenalnya)
a. Berteman dengan teman sebaya
b. Berkomunikasi dengan orang lain di luar rumah/ tetangga
c. Menangis kalau orang yang dikelanya (teman, anggota keluarga) ada yang menangis
d. Merasa iba bila temannya dimarahi
e. Merasa iba bila temannya mendapat permasalahan
f. Memahami peran orang lain

v



v
v
v

v



v







Jumlah skor 5 1

5
Dukungan sosial (Berusaha mendapat dukungan dari teman dan keluarganya)
a. Menghargai orang lain
b. Dapat memberi dan menerima bantuan orang lain
c. Dibutuhkan oleh teman
















v
v

v

Jumlah skor
0
3
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
6 Membagi
a. Meminjamkan mainan kepada orang lain
b. Memberikan makanan kepada orang lain
c. Mampu mengadakan hubungan personal dengan teman (persahabatan)
d. Menunjukan kasih sayang kepada orang lain
e. Menunjukan kasih sayang kepada benda
f. Tukar menukar alat permainan
g. Berbagi makanan


v


v


v
v


v

v
v
Jumlah skor 2 5
7 Perilaku akrab
a. Menunjukan perasaan sayang terhadap orang-orang tertentu
b. Menunjukan perasaan sayang terhadap benda-benda tertentu
c. Yakin akan kemampuannya dalam bergaul
d. Memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya
e. Mampu memimpin teman-teman dalam kelompok



v
v
v

v





v

Jumlah skor 3 2














Grafik Perkembangan Sosial
Aspek Meniru
No Aspek Sosial/Perilaku social Kemampuan Ket
Nampak Tidak Nampak
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Meniru
a. Menyenangi hubungan dengan manusia daripada dengan benda
b. Menyukai (menunjukan minat) untuk melihat orang lain bermain
c. Berusaha membuat kontak dengan teman sebaya
d. Berusaha menjadi anggota kelompok (kelompok/geng)
e. Menyenagi hubungan dengan kelompok sejenis
f. Banyak berbicara
g. permainan fantasi (dokter-dokteran)
h. memahami peraan orang lain (dalam kelompok)
i. Menjelajahi lingkungan
j. mempelajari obyek-obyek sekitar

v



v




v
v
v




v



v

v




v
v
Jumlah skor 5 5

Perilaku yang muncul = 5 X 100% = 50%
10
Perilaku yang tidak muncul = 5 X 100% = 50%
10







100%
90%
80%
70%
60%


50%
40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak muncul




















Aspek Persaingan
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2 Persaingan (Kadang terjadi kontak tapi lebih bersifat persaingan)
a. Kemampuan mengungkapkan diri dalam peran tertentu
b. Kemampuan mengendalikan diri (tidak merebut mainan teman)
c. Mengakui kelebihan orang lain (pada peran tertentu)
d. Menghargai dan mengapresiasikan kerja orang lain
e. Menghindari upaya dan cara yang tidak benar, tidak adil dan merugikan orang lain dalam berkompetisi
f. Menjadikan orang lain sebagai partner

v


v




v



v



v
v


Jumlah skor 3 3
Perilaku yang muncul = 3 X 100% = 50%
6
Perilaku yang tidak muncul = 4 X 100% = 50%
6
100%
90%
80%
70%
60%
50%


40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak muncul



Aspek Kerja sama

3














Kerjasama (Bermain asosiatif dan koopratif)
a. Belajar memecahkan masalah yang dihadapi
b. Mengadakan kegiatan yang menyerupai teman dalam satu kelompok
c. Bermain yang popular (olahraga)
d. Kemampuan bekerja sama
e. Takut dan malu bila bergaul dengan orang lain yang belum dikenal
f. Kecenderungan menampilkan keyakinan diri
g. Kecenderungan untuk memimpin orang lain
h. Kecenderungan untuk menguasai orang lain
i. Bebas dari pengaruh orang lain
j. Mengambil peran dalam kelompok
k. Kadang masih berperan sebagai penonton (mengamati cara orang lain berinteraksi)
l. Menunjukan rasa simpati kepada orang lain
m. Permainan Unccupied (mengamati sesuatu yang menarik selanjutnya melakukan dengan gerakan yang bebas dalam bentuk tingkahlaku yang tidak terkontrol)
n. Permainan solitary
(dalam kelompok ttp anak bermain sendiri-sendiri)






v
v
v
v
v
v




v




v
v
v

v
v







v

v








o. Permainan onlooker (anak memperhatikan anak yang lain bermain, anak ikut berbicara ttp dia tdk ikut bermain)
p. Permainan parallel (bermain dengan alat yang sama ttp anak tdk terjadi kontak antara satu dgn lainnya)
q. Permainan Assosiative (anak bermain bersama-sama , saling meminjamkan alat ttp tidak ada satu tujuan )
Permainan terorganisir dgn kegiatan konstruktif dan membuat suatu yang nyata , setiap anak mempunyai peran sendiri, permainan ini dipimpin salah seorang atau dua
v

v






v
Jumlah skor 10 7

Perilaku yang muncul = 10 X 100% = 58,82%
17
Perilaku yang tidak muncul = 7 X 100% = 41,17%
17

100%
90%
80%
70%
60%

50%

40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak muncul



Aspek Empati
4 Empati (Menunjukan rasa empati terhadap orang yang dikenalnya)
a. Berteman dengan teman sebaya
b. Berkomunikasi dengan orang lain di luar rumah/ tetangga
c. Menangis kalau orang yang dikelanya (teman, anggota keluarga) ada yang menangis
d. Merasa iba bila temannya dimarahi
e. Merasa iba bila temannya mendapat permasalahan
f. Memahami peran orang lain

v

v

v
v


v




v





Jumlah skor 5 1

Perilaku konsisten = 5 X 100% = 83,33%
6
Perilaku yang tidak muncul= 1 X 100% = 16,66%
6




100%
90%

80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%

10%
Muncul Tidakmuncul



(1) (2) (3) (4) (5) (6)

5
Dukungan sosial (Berusaha mendapat dukungan dari teman dan keluarganya)
d. Menghargai orang lain
e. Dapat memberi dan menerima bantuan orang lain
f. Dibutuhkan oleh teman








v
v

v





Jumlah skor 3
Aspek dukungan sosial

Perilaku yang muncul = 0 X 100% = 0%
3
Perilaku yang tidak muncul = 3 X 100% = 100%
3



100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%

Muncul Tidak muncul


Aspek Membagi
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
6 Membagi
a. Meminjamkan mainan kepada orang lain
b. Memberikan makanan kepada orang lain
c. Mampu mengadakan hubungan personal dengan teman (persahabatan)
d. Menunjukan kasih sayang kepada orang lain
e. Menunjukan kasih sayang kepada benda
f. Tukar menukar alat permainan
g. Berbagi makanan



v

v

v
v


v

v
v
Jumlah skor 2 5

Perilaku yang muncul = 2 X 100% = 28,57%
7
Perilaku yang tidak muncul = 5 X 100% = 71,42%
7


100%
90%
80%

70%
60%
50%
40%
30%

20%
10%
Muncul Tidak muncul



Aspek Perilaku Akrab
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
7 Perilaku akrab
a. Menunjukan perasaan sayang terhadap orang-orang tertentu
b. Menunjukan perasaan sayang terhadap benda-benda tertentu
c. Yakin akan kemampuannya dalam bergaul
d. Memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya
e. Mampu memimpin teman-teman dalam kelompok



v
v
v

v





v

Jumlah skor 3 2
Perilaku konsisten = 3 X 100% = 60%
5
Perilaku yang tidak muncul = 2 X 100% = 40%
5

100%
90%
80%
70%

60%
50%

40%
30%
20%
10%
Muncul Tidak muncul


Grafik Perkembangan Sosial secara Umum

100%

90%

80%

70%

60%



50%


40%

30%

20%
10%

M TM
M TM
M TM
M TM
M TM
M TM
M TM

Meniru Persaingan Kerja
sama Empati Dukungan
Sosial Membagi
Perilaku akrab

M = Muncul
TM = Tidak Muncul


Kesimpulan
Berdasarkan Data tabel serta grafik tersebut diatas maka perkembangan interaksi sosial M. H. Adalah:
Aspek meniru Perkembangan yang sudah nampak 50% dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 50%, berarti perkembangan sosial anak belum mencapai perkembangan yang seharusnya.
Persaingan Perkembangan yang sudah nampak 50% dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 50%, berarti perkembangan sosial anak belum mencapai perkembangan yang seharusnya.
Kerjasama Perkembangan yang sudah nampak 58,82% dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 41,17%, berarti perkembangan sosial anak belum mencapai perkembangan yang seharusnya.
Empati Perkembangan yang sudah nampak 83,33% berarti sudah mencapai perkembangan sosial secara umum dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 41,17%.
Dukungan sosial Perkembangan yang nampak o% dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 100% berarti perkembangan sosial anak belum mencapai perkembangan yang seharusnya.
Membagi Perkembangan yang sudah nampak 28,57% berarti belum mencapai perkembangan sosial secara umum dan perilaku yang harus distimulasi atau diintervensi 71,427%.
Perilaku akrab Perkembangan yang sudah nampak 60% dan perilaku yang tidak nampak 41,17%, untuk itu perlu stimulasi agar perilaku yang belum muncul dapat dilakukan anak.

Rekomendasi
Ditujukan Kepada orang tua dan lembaga/guru kelas apabila:
Disarankan kepada orang tua dan lembaga/wali kelas agar dapat membantu perkembangan sosial anak yang belum muncul, serta menghilangkan perilaku yang tidak sesuai dengan perkembangan sosial.